• ILIR TIMUR (IT) II

    http://iwan0709.files.wordpress.com/2010/07/bismillah.png

    http://iwandj.files.wordpress.com/2009/04/logo.gif
    Palembang Sejahtera, Berbudaya dan Religius





    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/06/banner-70.gif

    IP

    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/03/1_328111872l.jpg



    http://iwandj.files.wordpress.com/2010/07/id-12.png

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-5.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-2.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-4.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-3.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-6.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-9.jpg

    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/04/banner-19.png

    http://iwan0709.files.wordpress.com/2010/07/banner-13.jpg

    http://iwan0709.files.wordpress.com/2010/07/banner-14.png

    http://lemabang.files.wordpress.com/2010/07/banner-10.gif

    http://iwandj.files.wordpress.com/2010/07/banner-11.png

    http://lemabangit2.files.wordpresscom/2011/08/lemabang-2008.gif

    http://lemabangit2.files.wordpress.com/2011/08/palembang-it-2.gif

    ___________________________________

Puluhan Rumah Hangus Terbakar.

Terbakar: Api menghanguskan puluhan rumah yang berada di empat rukun tetangga (RT) di Jalan Sutan Mansyur, Jl Ki Gede Ing Suro dan Jl PSI Lautan, tadi malam
http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/photo-6.jpg?w=600 PALEMBANG Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan padat penduduk kota metropolis Palembang. Si jago merah “mengamuk” di dua rukun warga (RW) dan empat rukun tetangga (RT), Selasa (9/8). Puluhan rumah warga yang hangus terbakar itu berada di Jl Sutan Mansyur, Jl Ki Gede Ing Suro, dan Jl PSI Lautan yang termasuk di RT 04, 13, 30, dan 31 dalam wilayah RW 4 dan 5, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang.

Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun, diketahui ada sekitar empat warga yang mengalami luka ringan saat menyelamatkan diri. Mereka adalah Rahmi (40) mengalami luka memar, Yanti (29) mengalami luka lecet, Risma sempat tak sadarkan diri dan Rivai (46) mengalami luka lecet. “Tak ada yang dirawat. Setelah mendapatkan pengobatan mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar salah seorang petugas kesehatan di kantor Lurah 32 Ilir.

Informasi yang dihimpun, kebakaran hebat yang melanda kawasan rumah penduduk itu diketahui sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian warga pada umumnya sedang melaksanakan shalat Tarawih. Diduga api berasal dari rumah milik Ujang, di Jl Ki Gede Ing Suro. Hembusan angin yang semakin kencang, api menjalar ke rumah-rumah warga. Tak pelak, kobaran api semakin besar hingga menghanguskan rumah-rumah semi permanen dan terbuat dari kayu di Jl PSI Lautan dan Jl Sutan Mansyur.

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/photo-9.jpg?w=600 Ruminah (33), salah seorang korban menuturkan, rumahnya hangus terbakar tanpa menyisakan barang-barang berharga. Sebelumnya, dia sempat gundah karena belum mengetahui kelurganya termasuk mertuanya Marzuki (70).

Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kapolsekta IB II AKP Imam Tarmudi SIk didampingi Kanit Reskrim Iptu Nanang Supriatna, mengatakan pihaknya masih menyelidiki asal api dan mendata rumah warga yang menjadi korban pada kejadian tersebut. “Data sementara, ada sekitar 27 rumah yang hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dan hanya beberapa warga yang mengalami luka ringan. Begitu juga dengan penyebab kebakaran tersebut masih diselidiki sehingga lokasi kejadian akan dipasang police line nantinya,” ujar Nanang.

Menurut informasi ada balita berumur tiga tahun ikut menjadi korban dalam kejadian kebakaran tersebut. Lurah 32 Ilir, Mat Cik mengatakan, perkiraan jumlah rumah yang terbakar 80 rumah dari 80 KK yang terbakar dari empat RT. Menurut Camat IB II, K Sadaruddin SSos MSi, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah rumah yang terbakar. Hingga kemarin malam (9/8), pihak Kecamatan dibantu Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Polresta, Polsek dan Koramil fokus untuk pengamanan. Termasuk untuk melakukan pendataan di lapangan dan membantu para korban kebakaran. (mg19/mg27)

Sumber:
Sumatera Ekspres, 10 Agustus 2011.

Kafe dan Rumah Makan Dilarang Buka Selama Ramadhan.

SRIPOKU.COM, SEKAYU Bupati Muba H Pahri Azhari mengimbau pengusaha kafe dan rumah makan menghormati kaum muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa mulai 1 Agustus mendatang. Pihaknya tidak segan-segan menutup paksa jika ada kafe atau rumah makan yang masih buka pada siang hari selama puasa.

Imbauan ini ditegaskan bupati secara lisan maupun tertulis melalui surat edaran yang disampaikan kepada masyarakat Muba. Menurut dia, masyarakat Muba dan lainnya berkewajiban menjaga toleransi dan tenggang rasa selama Ramadhan berjalan. Ia tidak ingin ada kesan tidak peduli dari sebagian kesil warga terhadap warga yang menjalankan puasa.

“Saya harap tidak sampai terjadi penutupan paksa ya. Kita akan buat Ramadhan tahun ini senyaman dan setenang mungkin. Mereka (kafe dan RM) yang terang-terangan jelas akan kita tindak,” kata Pahri saat dibincangi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Muba, Selasa (26/7/2011).

Imbauan serupa ditujukan Pahri pada penjualan petasan atau warga yang doyan main petasan. Pihaknya tidak segan-segan bertindak tegas jika masih ada jenis petasan yang meledak di kawasan Muba. Apapun jenisnya, petasan tidak diperbolehkan ada di Muba dan sekitarnya, baik pada bulan puasa maupun di bulan lainnya.

“Kita sama-sama sudah maklum bahaya petasan. Karena itu, saya harap masyarakat tidak lagi bermain petasan. Mari kita manfaatkan Ramadhan ini untuk beribadah sepenuh hati,” ujarnya.

Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post
— 26 Juli 2011.

Alergi Kulit Gara-gara Ponsel?

SRIPOKU.COM – Kekhawatiran akan dampak jangka panjang pengguna telepon seluler (ponsel) terus meluas seiring dengan makin tingginya ketergantungan manusia pada alat komunikasi ini.

Dalam beberapa tahun terakhir ini para ahli kulit mencatat munculnya kasus-kasus alergi kulit pada pengguna ponsel. Meski angkanya kecil, tetapi jumlah kasusnya terus meningkat tiap tahun. Reaksi alergi yang timbul biasanya berupa kemerahan pada kulit rahang, wajah, dan telinga. Pada umumnya alergi kulit itu hilang begitu sambungan ponsel dihentikan.

Para ahli menduga reaksi alergi itu timbul akibat kandungan metal dalam ponsel, terutama nikel. Di Amerik Serikat saja, alergi nikel diderita oleh 3 persen pria dan 20 persen wanita. Alergi logam ini memang lebih banyak terjadi pada wanita karena umumnya kulit mereka lebih sensitif, terutama pada perhiasan dan metal.

Jumlah kasus alergi kulit akibat ponsel memang belum terdokumentasi dengan pasti. Para penderita alergi itu umumnya diketahui setelah dilakukan tes kasus. Dalam sebuah penelitian tahun 2008 ditemukan, dari 22 jenis ponsel populer ditemukan 10 jenis ponsel yang memakai bahan nikel, terutama di bagian headset dan tombol menu.

Untuk mengetahui apakah kita memilikh alergi nikel, periksaan tes alergi bisa mengungkapnya.

Kc
Sriwijaya Post — 28 November 2010.

Presiden SBY: Hentikan Perusakan Hutan.

PURWAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan kepada semua pihak agar segera menghentikan perusakan hutan karena pengelolaan tambang yang tidak benar.

“Di mimbar ini, saya ingin menyampaikan pada mereka yang tidak bertanggung jawab yang kegemarannya membabat pohon, merusak alam karena tambang tidak dikelola, saya minta berhenti. Miliki hati,” kata Presiden pada peringatan hari menanam pohon Indonesia di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (28/11/2010) siang.

Kepala Negara mengatakan, bila pengelolaan hutan tidak mulai dibenahi sejak saat ini maka Indonesia akan mengalami kerugian secara jangka panjang. “Kalau kita terus tanam satu miliar pohon, dan menjadi gerakan nasional bukan dari pemerintah semata dengan Ridha Allah maka negara kita 30 tahun dari sekarang berubah total akan menjadi negara dengan lingkungan yang baik,” kata Presiden.

Menurut dia, upaya penanaman pohon tidak akan bermanfaat bila tidak diikuti dengan upaxa merawatnya sehingga tumbuh hingga menjadi besar dan membawa manfaat secara jangka panjang. “Bangun budaya menanam berangkat dari hati dan pikiran kita, semua berangkat dari hati dan pikiran kita, semua berangkat dari kecintaan pada alam. Saya sering katakan tanam sekarang panen esok,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menegaskan kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk memperketat penilaian penerima Piala Adipura.

“Kota yang dapat Adipura masa lalu bila tidak bisa menjaga kebersihan bisa dicabut, jangan pada saat penilaian datang dibikin semua, seminggu bagus, minggu kedua goyah dan bulan kedua kacau, tidak tepat Adipura diberikan kepada pejabat, kota atau daerah seperti itu. Saya ingin itu dijaga terus menerus,” kata Kepala Negara.

Acara peringatan program penanaman pohon Indonesia berlangsung di Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Selain dihadiri Presiden Yudhoyono, juga hadir Wapres Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, para menteri kabinet, sejumlah pimp

Wacana Jadi Kabupaten Prabumulih Muncul.

PRABUMULIH – Wacana perubahan status Kota Prabumulih menjadi Kabupaten Prabumulih muncul. Hal itu menyusul keinginan tokoh masyarakat delapan kecamatan Kabupaten Muaraenim untuk bergabung ke wilayah Prabumulih.

Keinginan kedelapan kecamatan itu diwakilkan melalui kedatangan tokoh masyarakat ke Kantor Walikota Prabumulih dan kediaman Ketua DPRD Prabumulih. Mereka menyatakan keinginan untuk bergabung dengan menggunakan tata krama adat. “Mereka mengungkapkan keinginan dengan membawa lemang, seperangkat sirih, beberapa lembar uang ribuan serta perlengkapan lainnya. Cara penyampaian mereka merupakan keinginan yang amat sangat dan itu kita hargai. Karena budaya itu tidak jauh berbeda dengan budaya warga Prabumulih,” katanya.

Orang nomor satu di Prabumulih ini mengatakan, sebelum wacana itu menjadi konsumsi media keinginan mereka baru diterima secara kekeluargaan. Menurutnya, suatu wilayah yang ingin berpisah dari kabupaten induknya harus melaporkan diri secara baik-baik. Ada prosedur atau aturan hukum yang mengatur hal itu. “Saya sarankan agar keinginan mereka disampaikan terlebih dulu kepada wakil mereka di DPRD Muaraenim,” katanya.

Ketua DPRD Prabumulih, Andriansyah Fikri menilai, munculnya keinginan itu karena masyarakat setempat merasa sudah dekat dengan Prabumulih. Dari sisi perekonomian, mereka lebih banyak berbelanja dan mencari nafkah di Bumi Seinggok Sepemunyian itu. Keinginan delapan kecamatan di Muaraenim itu bukan hal baru. Sebelumnya beberapa desa yang masuk dalam wilayah Ogan Ilir (OI) juga menyatakan hal serupa. “Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jika kita berjuang takutnya dinilai mau menyerobot,” katanya.

Jika kedepan keinginan seluruh desa dan kecamatan di kedua kabupaten itu terwujud, wacana Prabumulih menjadi kabupaten bakal terwujud. Atau jika tidak, Kota Prabumulih dapat menjadi kota dalam kabupaten seperti Lubuklinggau.

Muksin Try Marnandez
Sriwijaya Post — 13 Juli 2010.

Mengenal Dewi Kwan Im

9c73ad34d42e6c436869a5a39c68109f Oleh : FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA

SETIAP perayaan Tahun Baru Imlek, puluhan ribu warga Tionghoa di Palembang merayakannya di klenteng Dewi Kwan Im, 10 Ulu, Palembang. Lalu, tahukah Anda siapa Dewi Kwan Im itu?

Kwan Im adalah penjelmaan Buddha Welas Asih di Asia Timur. Kwan Im sendiri adalah dialek Hokkian yang dipergunakan mayoritas komunitas Tionghoa di Indonesia. Nama lengkap dari Kwan Im adalah Kwan She Im Phosat yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sanskrit, Avalokite?vara. Read the full post »

Warga Resahkan Kemunculan Buaya Muara.

MUARAENIM Warga kawasan Rukun Damai Kelurahan Tungkal, Muaraenim semakin was-was dan khawatir jika mandi di Sungai Lematang. Dilaporkan bahwa sering bermunculan buaya muara.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com menyebutkan, buaya yang sering muncul tersebut dengan mulut julung warna kuning keemasan. Buaya tersebut jenis buaya muara.

Ketua RT 3 Rukun Damai yang ditemui Selasa (13/7), membenarkan keresahan warganya. Menurutnya memang warga sering melihat kemunculan buaya muara ditempat mandi warga.

Ardani Zuhri
Sriwijaya Post — 13 Juli 2010.

  • logo_04
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.