Ditemukan Spesies Kelelawar Baru Dengan Hidung Berbentuk Daun
HANOI – Ilmuwan dari Vietnam Academy of Science and Technology di Hanoi, Vu Dinh Thong, menemukan spesies baru kelelawar yang kemudian dinamai Hipposideros griffini atau kelelawar Griffin.
Spesimen kelelawar tersebut ditemukan di Taman Nasional Chu Mom Ray di Vietnam pada tahun 2008. Kelelawar memiliki daun-daun pada hidung yang sejatinya adalah fitur yang berfungsi mendukung ekolokasi. (more…)
Bimasakti Kaya Planet Yatim Piatu
CALIFORNIA – Galaksi Bimasakti memiliki lebih dari 100.000 planet yatim piatu atau planet nomad, alias planet yang tidak mengorbit bintang induk tertentu. Hal tersebut diketahui dari ekstrapolasi hasil observasi planet yang dilakukan dengan metode gravitational microlensing, melihat pengaruh gravitasi planet pada cahaya bintang. (more…)
Ikan Spesies Baru Bisa Berganti Sirip
MEXICO CITY – Mayoritas hewan bertulang belakang tidak bisa mengganti organ geraknya yang telah rusak atau hilang. Manusia yang kakinya diamputasi misalnya, tak bisa menumbuhkan kaki lagi secara alami.
Namun, penemuan dua spesies ikan dari genus Polypterus mengubah pandangan tersebut. Dua spesies ikan tersebut bisa mengganti sirip samping yang hilang secara alami.
Rodrigo Cuervo, biolog dari Veracruz University di Meksiko adalah penemu dua spesies ikan tersebut. Ia mempublikasikan penemuannya di Proceedings of the National Academy of Sciences. (more…)
Biro Jodoh “Online” tak Sehebat yang Digembar-gemborkan
Situs-situs biro jodoh “online” kini sudah jadi bisnis besar terutama di Amerika Serikat, tapi temuan para peneliti menyimpulkan situs-situs tersebut tak secanggih yang digembar-gemborkan.
“Biro jodoh ‘online’ merupakan langkah menakjubkan untuk mencari pasangan potensial, tapi pengguna harus mewaspadai beberapa jebakan,” kata pemimpin peneliti lintas perguruan tinggi Amerika Serikat, Eli J. Finkel.
Finkel mengatakan sejumlah situs itu mengklaim punya formula khusus yang disebut “kecocokan secara algoritma”. (more…)
“E-Learning” Dinilai Cocok untuk Indonesia
YOGYAKARTA – Sistem e-learning atau pembelajaran elektronik cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang terpisah antarpulau. Hal itu dikatakan pakar teknik informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yudi Prayudi, Jumat (24/2/2012), di Yogyakarta.
“Oleh karena itu, sistem e-learning perlu diterapkan dalam pelaksanaan proses pendidikan di Indonesia, khususnya di jenjang perguruan tinggi,” ujar Yudi.
Menurut dia, hal tersebut diperlukan karena pendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah masalah. Permasalahan itu, di antaranya, sumber daya manusia Indonesia yang tersebar dalam lingkungan geografis yang sangat luas. Selain itu, ketersediaan infrastruktur dan kualitasnya juga beragam. Penyebaran sumber daya manusia yang berkualitas itu juga sangat bervariasi antardaerah. (more…)
Puluhan Rumah Hangus Terbakar.
Terbakar: Api menghanguskan puluhan rumah yang berada di empat rukun tetangga (RT) di Jalan Sutan Mansyur, Jl Ki Gede Ing Suro dan Jl PSI Lautan, tadi malam
PALEMBANG — Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan padat penduduk kota metropolis Palembang. Si jago merah “mengamuk” di dua rukun warga (RW) dan empat rukun tetangga (RT), Selasa (9/8). Puluhan rumah warga yang hangus terbakar itu berada di Jl Sutan Mansyur, Jl Ki Gede Ing Suro, dan Jl PSI Lautan yang termasuk di RT 04, 13, 30, dan 31 dalam wilayah RW 4 dan 5, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang.
Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun, diketahui ada sekitar empat warga yang mengalami luka ringan saat menyelamatkan diri. Mereka adalah Rahmi (40) mengalami luka memar, Yanti (29) mengalami luka lecet, Risma sempat tak sadarkan diri dan Rivai (46) mengalami luka lecet. “Tak ada yang dirawat. Setelah mendapatkan pengobatan mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar salah seorang petugas kesehatan di kantor Lurah 32 Ilir.
Informasi yang dihimpun, kebakaran hebat yang melanda kawasan rumah penduduk itu diketahui sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian warga pada umumnya sedang melaksanakan shalat Tarawih. Diduga api berasal dari rumah milik Ujang, di Jl Ki Gede Ing Suro. Hembusan angin yang semakin kencang, api menjalar ke rumah-rumah warga. Tak pelak, kobaran api semakin besar hingga menghanguskan rumah-rumah semi permanen dan terbuat dari kayu di Jl PSI Lautan dan Jl Sutan Mansyur.
Ruminah (33), salah seorang korban menuturkan, rumahnya hangus terbakar tanpa menyisakan barang-barang berharga. Sebelumnya, dia sempat gundah karena belum mengetahui kelurganya termasuk mertuanya Marzuki (70).
Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kapolsekta IB II AKP Imam Tarmudi SIk didampingi Kanit Reskrim Iptu Nanang Supriatna, mengatakan pihaknya masih menyelidiki asal api dan mendata rumah warga yang menjadi korban pada kejadian tersebut. “Data sementara, ada sekitar 27 rumah yang hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dan hanya beberapa warga yang mengalami luka ringan. Begitu juga dengan penyebab kebakaran tersebut masih diselidiki sehingga lokasi kejadian akan dipasang police line nantinya,” ujar Nanang.
Menurut informasi ada balita berumur tiga tahun ikut menjadi korban dalam kejadian kebakaran tersebut. Lurah 32 Ilir, Mat Cik mengatakan, perkiraan jumlah rumah yang terbakar 80 rumah dari 80 KK yang terbakar dari empat RT. Menurut Camat IB II, K Sadaruddin SSos MSi, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah rumah yang terbakar. Hingga kemarin malam (9/8), pihak Kecamatan dibantu Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Polresta, Polsek dan Koramil fokus untuk pengamanan. Termasuk untuk melakukan pendataan di lapangan dan membantu para korban kebakaran. (mg19/mg27)
Sumber:
Sumatera Ekspres, 10 Agustus 2011.
Kafe dan Rumah Makan Dilarang Buka Selama Ramadhan.
SRIPOKU.COM, SEKAYU — Bupati Muba H Pahri Azhari mengimbau pengusaha kafe dan rumah makan menghormati kaum muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa mulai 1 Agustus mendatang. Pihaknya tidak segan-segan menutup paksa jika ada kafe atau rumah makan yang masih buka pada siang hari selama puasa.
Imbauan ini ditegaskan bupati secara lisan maupun tertulis melalui surat edaran yang disampaikan kepada masyarakat Muba. Menurut dia, masyarakat Muba dan lainnya berkewajiban menjaga toleransi dan tenggang rasa selama Ramadhan berjalan. Ia tidak ingin ada kesan tidak peduli dari sebagian kesil warga terhadap warga yang menjalankan puasa.
“Saya harap tidak sampai terjadi penutupan paksa ya. Kita akan buat Ramadhan tahun ini senyaman dan setenang mungkin. Mereka (kafe dan RM) yang terang-terangan jelas akan kita tindak,” kata Pahri saat dibincangi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Muba, Selasa (26/7/2011).
Imbauan serupa ditujukan Pahri pada penjualan petasan atau warga yang doyan main petasan. Pihaknya tidak segan-segan bertindak tegas jika masih ada jenis petasan yang meledak di kawasan Muba. Apapun jenisnya, petasan tidak diperbolehkan ada di Muba dan sekitarnya, baik pada bulan puasa maupun di bulan lainnya.
“Kita sama-sama sudah maklum bahaya petasan. Karena itu, saya harap masyarakat tidak lagi bermain petasan. Mari kita manfaatkan Ramadhan ini untuk beribadah sepenuh hati,” ujarnya.
Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post — 26 Juli 2011.
Alergi Kulit Gara-gara Ponsel?
Kekhawatiran akan dampak jangka panjang pengguna telepon seluler (ponsel) terus meluas seiring dengan makin tingginya ketergantungan manusia pada alat komunikasi ini.
Dalam beberapa tahun terakhir ini para ahli kulit mencatat munculnya kasus-kasus alergi kulit pada pengguna ponsel. Meski angkanya kecil, tetapi jumlah kasusnya terus meningkat tiap tahun. Reaksi alergi yang timbul biasanya berupa kemerahan pada kulit rahang, wajah, dan telinga. Pada umumnya alergi kulit itu hilang begitu sambungan ponsel dihentikan. (more…)
Asyik BB-an Bisa Bikin Ambeien
JAKARTA — Fenomena penggunaan ponsel canggih atau smartphone di masyarakat memang sungguh luar biasa. Gadget mutakhir seperti Blackberry (BB) atau iPhone kini sudah menjadi bagian vital dari kehidupan seseorang sehingga selalu dibawa ke mana pun pergi.
Di balik kemudahan dan kecanggihan yang diberikan kepada penggunanya, gadget-gadget ini kerap mendatangkan risiko dan efek buruk bagi kesehatan. Tak jarang kita mendengar adanya laporan hasil riset yang mengaitkan efek radiasi ponsel dengan sejumlah penyakit, seperti kanker atau tumor.
Namun, sebuah laporan terbaru di Inggris menyebutkan, penggunaan gadget juga dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit ambien atau haemorrhoid. Kok bisa? (more…)
Gumbs cs Waspadai Kecepatan Pemain Persebaya.
PALEMBANG – Meski diprediksikan bakal lolos ke babak semi final Piala Indonesia, Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan justru berlaku waspada. Jika tidak hati-hati Kayamba cs bisa tergelincir.
Ia mewaspadai kecepatan pemain Persebaya Surabaya dalam melakukan serangan balik ketika kedua tim saling bentrok di babak Delapan Besar Piala Indonesia 2010 pertengahan Juli ini.
RD yang ditemui Jumat (9/7), membenahi strategi permainan berdasarkan hasil uji coba melawan sejumlah tim asal Nangroe Aceh Darussalam. Selain mematangkan strategi, pembenahan mental pemain juga dilakukan RD. Maklum untuk mempertahankan Piala Indonesia tidak mudah. (more…)
Harga Cabe dan Bawang Melambung.
LAHAT – Harga kebutuhan pokok seperti cabe, bawang, telur dan beras mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Namun yang paling terasa adalah kenaikan harga cabe baik merah maupun cabe rawit.
Dari pengamatan Sripoku.com di Pasar Tradisional Modern (PTM) Square Lahat, Selasa (6/7), sejumlah pedagang mengakui adanya kenaikan sejumlah bahan pokok itu. Kenaikan itu sendiri terjadi sejak beberapa minggu terakhir.
Seperti yang diungkapkan Manto (42) warga Lahat kepada Sripoku.com, kenaikan harga cabe terjadi sejak satu bulan terakhir yang dipicu sedikitnya pasokan. Kenaikan itu juga kata dia, akibat tingginya modal yang harus dikeluarkan. “Modal kami untuk membeli cabe merah per kilogramnya sebesar Rp 47 – 48 ribu, kami menjualnya seharga Rp 50 – 51 ribu. sebelumnya harga cabe merah hanya Rp 40 ribu,” kata Manto.
Sementara untuk cabe hijau sambung dia, modal yang harus dikeluarkannya sebesar Rp 22 ribu, yang terpaksa dijualnya dengan harga Rp 24 ribu per Kg. “Cabe rawit juga mengalami kenaikan, kami harus mengeluarkan modal sebesar Rp 29 ribu. Kami menjualnya dengan harga Rp 30 ribu per Kg,” ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang baik bawang merah maupun bawang putih. “Harga bawang merah sekarang per kilogramnya menjadi Rp 18 – 20 ribu. Modal kami sebesar Rp 16 ribu. Sebelumnya harga bawang merah hanya Rp 14 ribu. Sedangkan untuk bawang putih saat ini menjadi Rp 30 ribu dengan modal yang harus kami keluarkan sebesar Rp 28 ribu.
Evan Hendra
Sriwijaya Post — 6 Juli 2010.
Di Lahat, Beras Ikut Naik.
LAHAT – Selain harga cabai merah dan cabai rawit yang naik, sejumlah kebutuhan juga mengalami kenaikan dalam beberapa minggu belakangan di Kota Lahat.
Menurut Manto, pedagang di Lahat, kentang mengalami kenaikan. Kentang mengalami kenaikan menjadi Rp 5 ribu/kilo dari sebelumnya Rp 4,3 ribu per Kg. menurut Manto, dirinya memperoleh pasokan tersebut selain dari Kota Pagaralam, juga dari wilayah Semende dan Lubuklinggau.
Terpisah, Anisa (45), pemilik toko kelontong di lokasi yang sama mengaku kenaikan harga juga terjadi pada beras dan telur. Untuk harga beras dengan merk Selancar ukuran 20 Kg katanya saat menjadi Rp 130 ribu dari sebelumnya Rp 120 ribu per 20 Kg. Demikian juga dengan beras merk Mantap yang mengalami kenaikan serupa. Sedangkan untuk beras yang berasal dari petani juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 ribu per Kg.
“Telur juga sekarang ikut naik, untuk per biji sekarang menjadi Rp 1000. Sebelumnya hanya Rp 800 hingga Rp 900. Kalau per karpetnya menjadi Rp 30 ribu dari sebelumnya Rp 26 ribu,” katanya.
Evan Hendra
Sriwijaya Post — 6 Juli 2010.
Tenang Dalam Setiap Sikap.

OLEH: K.H. Gym Nastiar.
Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Termasuk ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik dan tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang yang tenang akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami. Sedangkan orang yang emosional pendek kemampuan memahaminya, akibatnya kalau merespon akan tidak bagus karena keterbatasan pemahamannya.
Ketenanganpun akan membawa kewibawaan, atau kharisma tersendiri bagi pemiliknya. Ia akan disegani oleh teman dan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang overacting tidak akan memiliki kharisma . Terutama, kepada calon pemimpin dalam skala apapun, ia harus berlatih mengendalikan diri, tetap tenang dalam kondisi bagaimanapun sulitnya. Dan, tenang bukan berarti lamban. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling tenang, tapi berjalannya sangat gesit.
Karena ketenangan tidak ada kaitannya dengan waktu, melainkan dengan pengendalian diri, artinya dia tetap gesit, tangkas tidak ada gurau berlebihan, atau berteriak-teriak. Pribadi yang kalem, senyum berukir jernih, tidak pula banyak bicara. Akibatnya, orang yang tenang mendapat ilmu yang lebih banyak, mendapatkan kemampuan memilih keputusan lebih baik.
Namun, ketenangan harus di upayakan agar tidak berujung menjadi sombong. Cirinya adalah ketika ia tidak peduli kepada orang. Dia diam tidak meu mendengarkan. Malah mungkin asyik melakukan kegiatan lain (saat orang lain berbicara kepadanya). Atau, ada orang yang diam karena dia tengah memikirkan bantahan kepada orang lain, bukannya mengemas manfaat dari pembicaraan yang didengarnya.
Sehingga, tenangnya kita responsif, tidak justru pelit. Responsif seseorang memang bisa dipengaruhi oleh banyak keinginan, demografi (asal tempat menetapnya), lingkungan, tekanan kesulitan. Namun itu bisa diubah kalau memang ingin berubah. Nabi Muhammad SAW sendiri tertawa bila ada orang lain tengah melucu. Demikian pula bagi seorang pemimpin, keputusan terbaik adalah ketika ia memang memiliki akses informasi lengkap. Makin lengkap informasi makin akurat keputusannya. Dan informasi itu sendiri tidak boleh diambil hanya dari satu pihak. Kita harus belajar dari kedua belah pihak, baru mengambil keputusan. Dan yang harus kita sadari adalah tidak ada keputusan tanpa resiko, semua keputusan ada resikonya. Kita hanya menghitung resikonya yang paling minimal. “Wallahu a’lam”
Ramadhan Bulan Penuh Keistimewaan.
Ibnu Abbas menceritakan apa yang ia dengar dari Rasulullah SAW. Sesungguhnya surga itu di ukup-ukup dan diperhias tiap tahun ketika masuk bulan Ramadhan. Apabila pada malam Ramadhan, datanglah angin dari bawah Arasy (singgasana Allah) yang bernama Al-Mutsirah, menggoyangkan daun-daun surga dan menggerakkan daun pintu. Sehingga terdengarlah suara bidadari dari jendela-jendela atas bagian surga dan berseru: “Siapakah yang meminang kepada Allah untuk dikawinkan dengan salah seorang dari kami?” Kemudian bidadari-bidadari itu bertanya kepada malaikat Ridwan: “Yaa Ridwan, malam apakah ini?” Malaikat Ridwan menjawab: “Wahai wanita-wanita cantik, ini adalah malam pertama dari bulan Ramadhan.” (more…)
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Recent Comments